Suasana mendadak hening setelah Lynx menyebutkan tentang Li Wei dan Ling Mei. Kata-kata Lynx membuat para murid sekte api langit yang berjaga menjadi gelisah.

"Bagaimana ini? Dia bilang membawa obat untuk Kakak Seperguruan…" bisik salah satu murid dengan ragu.

"Tapi… Kak Ling Mei. Kalian sendiri melihat keadaannya, bukan? Dia terkena racun yang mengerikan, dan kondisinya semakin kritis. Aku tidak tahu apakah dia masih bertahan. Aku tidak ada mendengar kabarnya lagi sejak para tetua merawatnya." sahut murid lain dengan suara berat.

"Tunggu dulu!" sela seorang murid dengan ekspresi curiga. "Jangan langsung percaya. Bukankah sudah banyak orang mencoba masuk sekte dengan berbagai alasan? Bisa jadi ini hanya tipu muslihat!"

"Benar," timpal yang lain. "Jika Li Wei benar-benar menunggu obat, seharusnya ada pesan darinya. Setidaknya, para tetua atau guru kita pasti sudah memberi tahu. Tapi sampai sekarang, tidak ada kabar apa pun!"

Namun, seorang murid yang tampak lebih muda berbisik pelan, suaranya hampir tak terdengar di tengah keraguan yang menyelimuti mereka. "Kalau dia berbohong… bagaimana mungkin dia tahu Kak Ling Mei terluka? Bukankah hanya kita yang mengetahuinya?"

Bisikan itu membuat beberapa murid terdiam. Mereka saling bertukar pandang, kebingungan jelas tergambar di wajah mereka. Situasi semakin pelik, dengan perbedaan pendapat yang memecah keyakinan mereka.

"Aku akan bertanya kepada para guru. Kalian perhatikan keadaan sekitar." kata salah satu murid sambil beranjak pergi.

Tiba-tiba, seorang murid yang lebih tua melangkah maju. Posturnya tegap, auranya menunjukkan bahwa ia bukan murid biasa. Tatapannya tajam seperti bilah pedang yang baru diasah, menusuk langsung ke arah Lynx dengan penuh kecurigaan.

"Aku mengenalmu…" katanya, suaranya rendah namun penuh tekanan. "Kau adalah orang yang dulu datang ke sekte ini… dan diusir oleh guru Yuan Hui!"

Angin berhembus pelan, membawa aura ketegangan yang semakin menebal di antara mereka. Semua mata kini tertuju pada Lynx, menunggu jawabannya.

Beberapa murid lain yang berjaga di kejauhan yang mendengar suara murid tersebut, menoleh dan juga tampak mengenali wajahnya, dan mereka segera waspada.

"Kami tahu kekuatanmu dan hubunganmu dengan Li Wei," lanjutnya. "Jika kami dalam kondisi biasa, kami mungkin masih bisa mempertimbangkanmu untuk masuk. Tapi sekarang, sedang ada banyak masalah di tempat ini. Kami tidak bisa mengambil risiko membiarkanmu masuk begitu saja."

Suasana menjadi semakin tegang. Mereka hanya bisa menunggu informasi dari murid yang melapor ke guru penjaga, karena mereka tahu hanya mereka yang bisa mengambil keputusan dalam situasi ini

Saat murid yang melapor menemui guru penjaga, dia segera di perintahkan untuk menemui tetua Lian dan melaporkan kejadian yang terjadi, karena guru yang berjaga sedikit banyak mengetahui tentang kejadian mengenai Ling Mei.

Tidak lama, murid yang berinisiatif untuk melapor datang bersama guru Yuan dan Li Wei. Awalnya, Tetua Lian yang sedang menghadapi banyak masalah dan sibuk memastikan upacara ritual pemakaman ketua sekte ingin menolak, namun guru Yuan yang mendengarnya segera mengingatkan mengenai Li Wei yang bersikeras mencari pria bernama Xiao Ling karena yakin dia bisa mengobatinya.

Li Wei dan guru Yuan dengan pakaian putih polos dengan tali putih terikat di dahi karena sedang berkabung seperti rekan-rekan lainnya. Meski tidak yakin, namun guru Yuan masih merasa ada sesuatu hal yang diketahui Li Wei tetapi tidak di ceritakan. Orang misterius yang datang pun kemungkinan ada hubungan dengan kertas formasi yang dirobeknya saat serangan Shen Mo. Namun karena belum memiliki bukti dan tidak ingin menimbulkan masalah sebelum jelas, guru Yuan menyembunyikan hal tersebut.

Setibanya di gerbang, mereka menatap tajam ke arah Lynx dengan pikiran yang berbeda.

Guru Yuan memperhatikan pemuda yang ada di hadapannya, "Apakah benar dia mampu mengobati Ling Mei?" batinnya.

"Xiao Ling!"

Tanpa ragu, Li Wei langsung berlari ke arahnya dan memeluknya erat.

Lala yang berdiri di samping langsung melotot, ekspresinya berubah cemberut.

Lynx tetap diam, membiarkan Li Wei melepas emosinya. Setelah beberapa saat, gadis itu menarik diri dan menatapnya dengan cemas.

Li Wei menatapnya lagi dengan tajam, lalu mendesah lelah. "Ikut aku ke tempat yang aman dulu." Dengan penuh kewaspadaan, Li Wei membawa Lynx menjauhi keramaian dan gerbang sekte menuju ke sebuah pohon yang terlihat aman, dia tidak ingin ada yang mengetahui apa yang sedang mereka percakapkan.

Lynx memahami maksud Li Wei, diapun tidak ingin ada yang mendengarkan percakapan mereka, lalu dia membuat formasi yang dapat menghalangi suara sehingga tidak ada orang yang dapat mendengarkan percakapan mereka.

"Kau gila Xiao Ling! Kenapa kau berani datang ke sini?! Apa kamu tidak tahu, mereka semua ingin membunuhmu? Jawab dengan jujur… Apakah benar kau yang membunuh Ketua Sekte?"

Lynx menatapnya tajam. "Tentu saja tidak. Aku justru menyelamatkan ketua sekte dan salah satu tetua kalian dari serangan musuh. Sebelum aku pergi, aku sudah memastikan semua musuh telah menghilang, seharusnya mereka baik-baik saja dan bisa kembali ke Sekte."

Li Wei menggigit bibirnya, tampak ragu. "Tapi Tetua Xie datang ke sekte dalam keadaan terluka dan bersaksi bahwa kaulah yang membunuh Ketua Sekte. Dia bilang awalnya mereka mengira kamu datang menolong mereka tetapi ternyata kau justru memotong leher ketua sekte dengan satu tebasan …"

Mata Lynx menyipit.

"Tetua Xie?" ulangnya.

Li Wei mengangguk. "Ya. Dia salah satu orang tetua yang sangat dipercaya di sekte ini. Saat dia membawa kabar itu, semua orang langsung mempercayainya. Sejak itu, semua orang marah dan memburumu. Mereka ingin membalas dendam."

Lynx terdiam sejenak, pikirannya bekerja cepat.

Jika Tetua Xie mengatakan hal itu, maka ada dua kemungkinan seperti yang dia perkirakan sebelumnya, Tetua Xie berbohong, mungkin karena alasan politik atau ambisi pribadi.  Atau Tetua Xie salah melihat, bisa saja ada seseorang yang menyamar menggunakan pakaian yang sama.

Yang mana pun kebenarannya, satu hal jelas, dia harus menyelidikinya hingga tuntas atau dunia ini akan menganggap dirinya sebagai pembunuh ketua sekte Api Langit.

Lynx menarik napas dalam. "Aku harus menyelidiki ini lebih dalam."

Li Wei menatapnya khawatir. "Apa yang akan kau lakukan?"

Lynx tersenyum tipis, matanya berkilat tajam."Aku akan menemui Tetua Xie mencari jawaban."

Li Wei mendesah panjang dan menggelengkan kepalanya."Itulah masalah lainnya. Tetua Xie menghilang setelah para tetua kembali membawa jasad ketua sekte dan tidak ada satupun yang melihatnya hingga saat ini."

Lynx makin merasa ada hal yang mencurigakan. Dia harus bisa masuk dan diterima keberadaannya sehingga bisa dengan lancar mencari petunjuk.

"Aku butuh bantuanmu," ujar Lynx akhirnya. "Aku harus masuk ke dalam sekte untuk mengobati Ling Mei. Selain itu aku juga ingin menyelidiki kematian ketua sekte."

Li Wei mengangkat alisnya, seolah baru menyadari sesuatu. "Tunggu… Ling Mei? Kau membawa tanaman obat untuknya?"

Lynx mengangguk. "Kita beruntung, Tuan Zhen memiliinya dan memberikannya kepadaku."

Li Wei menatapnya dalam-dalam, lalu matanya melirik ke arah Lala yang sedang menunggu di dekat gerbang. Dia baru menyadari keberadaan gadis itu. Dia teringat, murid yang melapor mengatakan seorang pemuda datang bersama seorang wanita. Dengan cepat ekspresinya berubah sedikit masam.

"Dan… dia siapa?" tanyanya dengan nada sedikit ketus.

Lynx, yang menangkap perubahan nada suara Li Wei, hanya tersenyum tipis. "Kamu bisa memanggilnya Lala, dia teman baikku."

"Teman baik? hmm..." Li Wei menatap Lynx dengan curiga.

"Kamu terlihat menyukai kakak seperguruanku, tetapi kamu jalan wanita cantik dibelakangnya?" tuduh Li Wei.

"Li Wei, ini bukan waktunya membahas hal tersebut. Selain itu Lala sudah seperti saudaraku sendiri. Kita harus fokus terlebih dahulu terhadap masalah yang sedang kita hadapi." kata Lynx dengan tidak sabar.

"Apa dia juga ikut masuk?" tanya Li Wei dengan nada terkesan datar. Rasa tidak sukanya mendadak bertambah kepada wanita tersebut.

Lynx merasakan perubahan dari cara bicara Li Wei,"Iya, aku membutuhkan bantuan dia untuk menyelidiki kematian ketua sekte."

